Saturday

suatu ketika saat kupejamkan kedua mata, aku melihatmu dari balik dedaunan, timbul tenggelam bermandi mentari senja.

lalu aku merasa hangat.

seolah nyata namun tersamar lembayung, seolah abadi namun ku tahu ini hanya mimpi.

dari balik kelopak mata kulihat seorang lelaki tersenyum
seakan dunia hanya ilusi ruang yang fana
kuembuskan nafas dan kutarik perlahan
seakan sgalanya lenyap saat tertiup bayu

langit menjelma atap kita, rumput merupa alas kita. perempuan itu bahagia. lelaki itu berkata,
harapan yang sederhana.
aku bernyanyi. jemarimu menari. bersama kita melagu riang, namun nelangsa.
yang sirna
saat kubuka mata.

No comments:

Post a Comment